Keceriaan tampak jelas dari raut wajah para dulur dulur ANBESMANIA saat adanya PASAR MALAM yang di adakan di (GUP) GELORA UTAMA PUTRA TIDAR PERKASA, canda tawa dan senyuman nampak jelas saat salah seorang photographer ANBESMANIA mengabadikanya
Rabu, 19 September 2012
Kamis, 13 September 2012
WELCOME BACK TO HOME MY FRIEND
Kabar gembira ane dapat dari temen temen yang senantiasa mengikuti jalanya sidang saudara kita di pengadilan
Hakim memutuskan keputusan yang sangat melegakan hati kita semua
sidang memutuskan bahwa saudara saudar kita di jatuhi hukuman 3 bulan 15 hari di potong masa tahanan
jadi di perkirakan saudara saudara kita akan bebas pada hari selasa atau rabu depan
amin amin ya robbal allamin.........
Hakim memutuskan keputusan yang sangat melegakan hati kita semua
sidang memutuskan bahwa saudara saudar kita di jatuhi hukuman 3 bulan 15 hari di potong masa tahanan
jadi di perkirakan saudara saudara kita akan bebas pada hari selasa atau rabu depan
amin amin ya robbal allamin.........
WELCOME TO HOME MY FRIEND
Selasa, 04 September 2012
EXSPRESI KEKAGUMAN KEPADA ANBESNITA
Emang tak bisa di pungkiri bahwa kecantikan para ANBESNITA sangat berpengaruh di mata lelaki
kecantikan yang alami begitu terpancar dari raut wajah para ANBESNITA
Berikut ini adalah EXSPRESI para cowok saat membuka BLOG ini di mana berisikan para ANBESNITA
kecantikan yang alami begitu terpancar dari raut wajah para ANBESNITA
Berikut ini adalah EXSPRESI para cowok saat membuka BLOG ini di mana berisikan para ANBESNITA
CEKIDOOTT
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
TAPI INGAT...!!!!!
WANI NYENTUH ATAU NYOLEK..!!!
SI MBAH ANBES YANG BERTINDAK
SI MBAH ANBES YANG BERTINDAK
anbesmania
Jumat, 17 Agustus 2012
Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1433H 2012M
Kami segenap Keluarga Besar SNBESMANIA mengucapkan
" MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN "
" MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN "
Kami mohon maaf yang sebesar besarnya jika selama ini keluarga besar ANBESMANIA punya salah
baik secara lisan, tulisan ataupun gambar yang ada pada BLOG ini
kami bukanlah manusia yang sempurna
Satu- satunya orang yang mengabadikan foto proklamasi kemerdekaan RI
Frans Soemarto Mendoer
Fotografi memang bukan hanya menjadi
saksi sejarah, tapi juga menjadi bukti sejarah hidup manusia dan
peristiwa-peristiwa yang melingkupinya. Dengan keberadaan foto, banyak
orang bisa diingatkan dan disadarkan tentang suatu hal. Frans Soemarto
Mendoer sangat memahami hal tersebut. Karena itulah, setelah mendapat
kabar dari seorang sumber di harian Jepang Asia Raya bahwa akan ada
kejadian penting di rumah kediaman Soekarno, Frans langsung bergerak
menuju rumah bernomor 56 di Jalan Pegangsaan Timur itu sambil membawa
kamera Leica-nya. Dan benar, pagi itu, Jumat, 17 Agustus 1945, sebuah
peristiwa penting berlangsung di sana: pembacaan teks proklamasi
kemerdekaan bangsa Indonesia oleh Soekarno.
Saat itu Frans hanya memiliki sisa tiga
lembar plat film. Jadi dari peristiwa bersejarah itu, ia hanya bisa
mengabadikan tiga adegan. Yang pertama, adegan Soekarno membacakan teks
proklamasi. Yang kedua, adegan pengibaran bendera Merah Putih yang
dilakukan oleh Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA. Dan
yang ketiga, suasana ramainya para pemuda yang turut menyaksikan
pengibaran bendera. Setelah menyelesaikan tugas jurnalisnya itu, Frans
langsung bergegas meninggalkan rumah kediaman Soekarno karena menyadari
bahwa tentara Jepang tengah memburunya.
Frans menjadi satu-satunya orang yang mengabadikan momen sakral itu karena Alex Alexius Impurung Mendoer, kakak kandungnya yang juga sempat memotret prosesi bersejarah tersebut, harus merelakan kameranya dirampas oleh tentara Jepang.
Dan sewaktu tentara Jepang menemui Frans untuk meminta negatif foto Soekarno yang sedang membacakan teks proklamasi, Frans mengaku film negatif itu sudah diambil oleh Barisan Pelopor. Padahal negatif foto peristiwa yang sangat penting itu ia sembunyikan dengan cara menguburnya di tanah, dekat sebuah pohon di halaman belakang kantor harian Asia Raya. Kalau saja saat itu negatif film tersebut dirampas tentara Jepang, maka mungkin generasi sekarang dan generasi yang akan datang tidak akan tahu seperti apa peristiwa sakral tersebut.
Bahkan, mengenai kehadiran Frans di rumah Soekarno pada waktu itu, wartawan senior Alwi Shahab menulis "Andaikata tidak ada Frans Mendoer, maka kita tidak akan punya satu foto dokumentasi pun dari peristiwa proklamasi kemerdekaan…" Tulisan itu dimuat di harian Republika edisi Minggu, 14 Agustus 2005, tiga hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-60.
Pencucian tiga buah foto bersejarah itu juga tidaklah mudah karena dihalang-halangi pihak Jepang. Frans bersama Alex terpaksa secara diam-diam harus mengendap, memanjat pohon pada malam hari, dan melompati pagar di samping kantor Domei (sekarang kantor berita ANTARA) untuk bisa sampai ke sebuah lab foto guna mencetak foto-foto tersebut. Padahal, bila dua bersaudara itu tertangkap oleh tentara Jepang, mereka akan dipenjara, bahkan dihukum mati.
Foto pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu pertama kali dimuat di harian Merdeka pada tanggal 20 Februari 1946, lebih dari setengah tahun setelah pembuatannya. Film negatif catatan visual itu sekarang sudah tak dapat ditemukan lagi. Ada dugaan bahwa negatif film itu ikut hancur bersama semua dokumentasi milik kantor berita Antara yang dibakar pada peristiwa di tahun 1965. Waktu itu, sepasukan tentara mengambil seluruh koleksi negatif film dan hasil cetak foto yang dimiliki Antara lalu membakarnya.
Frans menjadi satu-satunya orang yang mengabadikan momen sakral itu karena Alex Alexius Impurung Mendoer, kakak kandungnya yang juga sempat memotret prosesi bersejarah tersebut, harus merelakan kameranya dirampas oleh tentara Jepang.
Dan sewaktu tentara Jepang menemui Frans untuk meminta negatif foto Soekarno yang sedang membacakan teks proklamasi, Frans mengaku film negatif itu sudah diambil oleh Barisan Pelopor. Padahal negatif foto peristiwa yang sangat penting itu ia sembunyikan dengan cara menguburnya di tanah, dekat sebuah pohon di halaman belakang kantor harian Asia Raya. Kalau saja saat itu negatif film tersebut dirampas tentara Jepang, maka mungkin generasi sekarang dan generasi yang akan datang tidak akan tahu seperti apa peristiwa sakral tersebut.
Bahkan, mengenai kehadiran Frans di rumah Soekarno pada waktu itu, wartawan senior Alwi Shahab menulis "Andaikata tidak ada Frans Mendoer, maka kita tidak akan punya satu foto dokumentasi pun dari peristiwa proklamasi kemerdekaan…" Tulisan itu dimuat di harian Republika edisi Minggu, 14 Agustus 2005, tiga hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-60.
Pencucian tiga buah foto bersejarah itu juga tidaklah mudah karena dihalang-halangi pihak Jepang. Frans bersama Alex terpaksa secara diam-diam harus mengendap, memanjat pohon pada malam hari, dan melompati pagar di samping kantor Domei (sekarang kantor berita ANTARA) untuk bisa sampai ke sebuah lab foto guna mencetak foto-foto tersebut. Padahal, bila dua bersaudara itu tertangkap oleh tentara Jepang, mereka akan dipenjara, bahkan dihukum mati.
Foto pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu pertama kali dimuat di harian Merdeka pada tanggal 20 Februari 1946, lebih dari setengah tahun setelah pembuatannya. Film negatif catatan visual itu sekarang sudah tak dapat ditemukan lagi. Ada dugaan bahwa negatif film itu ikut hancur bersama semua dokumentasi milik kantor berita Antara yang dibakar pada peristiwa di tahun 1965. Waktu itu, sepasukan tentara mengambil seluruh koleksi negatif film dan hasil cetak foto yang dimiliki Antara lalu membakarnya.
KEMERIAHAN YANG TERTUNDA
Kemeriahan Ulang Tahun Republik Indonesia tahun ini tak begitu meriah, dari kampung, sekolah hingga instansi Pemerintah hanya melakukan Upacara Bendera saja,
maklum untuk tahun ini berbarengan dengan bulan RAMADHAN,jadi... untuk Tahun ini perayaan ulang tahun Republik Indonesia hanya di meriahkan oleh arus mudik dan kemacetan di jalur jalur utama lintas provinsi.
tak ada lagi canda tawa anak anak yang mewarnai saat memeriahkan HUT RI tahun ini.
agar kemeriahan itu tidak sirna begitu saja... berikut ane kasih foto2 saat lomba memeriahkan HUT RI yang sudah menjadi tradisi Bangsa kita
Kamis, 16 Agustus 2012
DIRGAHAYU KE 67 REPUBLIK INDONESIA
Merah Putih tetap berkibar tegak dan tegar Sejak 17-08-45.
dari Era ke Era Kepemerintahan dari Orla - Orba - Orde Reformasi .
Dan kini Indonesia belum juga teraplikasinya kepada sebuah pertanggung jawaban PANCASILA dan UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1, Pasal 32 dan Pasal 33 Ayat 3 selaku Payung Agung Dunia.
dari Era ke Era Kepemerintahan dari Orla - Orba - Orde Reformasi .
Dan kini Indonesia belum juga teraplikasinya kepada sebuah pertanggung jawaban PANCASILA dan UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1, Pasal 32 dan Pasal 33 Ayat 3 selaku Payung Agung Dunia.
" MERAH DARAHKU "
" PUTIH TULANGKU "
" SEKALI BERARTI... SETELAH ITU......MATI..!!!! "
ANBESMANIA
Langganan:
Postingan (Atom)
























